PAPAN 9

PAPAN 9
Original Artwork by Papa, Azhan and Nine (click image to link)
‘In the Name of God, Most Gracious, Most Merciful. By Time, indeed humanity is in a state of loss. Except those who believe and do righteous deeds, and (join together) in the mutual teaching of truth and in the mutual teaching of patience’ (Surah al-`Asr, 103:1-3)
"Professional Architect lives almost by faith. When called upon he can do the job without fear or favour. He possesses aspecialized skill and lives by a code of ethics cloaked in honour andintegrity. He is expected to speak his mind and give his views. Whenfaced with absolute wrong, he can resolutely disagree and walk away." quote from THE PROFESSIONAL MAN by Ar Dr Tan Loke Mun PRESIDENT PAM
Showing posts with label Kehidupan. Show all posts
Showing posts with label Kehidupan. Show all posts

Friday, 9 October 2009

MENCARI SEBUAH KEMAAFAN

Buat semua teman,

Sesungguhnya dosaku ini kepadaMu Allah amatlah banyak. Sedang hakikat masa hidup yang diberikan ini hanyalah pinjaman, tetapi aku masih tewas dengan godaan dunia dan bergelumang dengan dosa. Kepadamu tuhan aku mohon keampunan dan moga suatu hari nanti jiwa ini bisa suci untuk-Mu.Terhapuslah segala dosa ini sepertimana gugurnya dedaun dimusim luruh.

Seandainya ditambah lagi dosa-dosa ini dengan salah-silap terhadap manusia, maka tidak terdayalah lagi aku menghidu Syurga-Mu itu.Segala perbuatan dan kata tidak disenangi, yang menguris hati, perselisihan faham, permusuhan, kezaliman, buruk-sangka, umpatan yang merosakkan jiwa dan segala keburukan. Perbuatan yang disedari dan yang tanpa disedari. Harapnya janganlah disimpan dihati-hati mereka kemarahan atau kebencian.

Saudara dan sahabatku, aku bukanlah manusia yang terbaik buat kalian.Kerana ketika ini aku tidak dapat menemanimu mengharungi kesusahan dan bersamamu meraikan saat kebahagiaan. Sedang aku kini belajar mengenali diriku sendiri, mungkin suatu hari nanti aku bisa mengenali baik budi kalian.

Aku pinta hanyalah kemaafan dari setiap kesalahan dan dihalalkan untuk segala pemberian. Seandainya aku punya peluang lagi, ingin sekali lagi menyusun jari, mendakap dan memeluk kalian meminta keampunan seolah inilah pertemuan terakhir. Maafkanlah aku, atas segala kelemahan diriku ini.

Di Aidilfitri ini aku doakan kalian terhapus segala kesedihan, dipanjangkan umur untuk beramal, diberkati hidup, dan berbahagialah didunia dan diakhirat. Moga kemaafan akan membawa perkhabaran gembira dari Allah.

Selamat Hari Raya Aidilfitri

Sunday, 22 February 2009

Depression 1

I've been busy lately, not because of work load at the office but heavily indulging painting artworks. I've also absolutely no idea to write about anything at all. Well, this could be something to write about but somehow the feel is not there. I guess my feel has gone into the canvas!

There is a lot of things that I could write about with the many things happening around. The recession is deepen, more and more people are out of work. Even I'm currently at the risk of redundancy. My sister completed her medical foundation studies in Ireland, my younger brother's married and we've bought tickets to fly home to attend his wedding reception in April.

The sudden of all the arising problem and things happening around me have somehow stopped and froze in time. I do care about things happening around me but the fact that I'm so into my painting as if nothing is more important than the painting itself. From time to time I'd be staying up late with just myself alone inside the painting. Sometimes when I stop to rest from doing the painting it was already 2 in the morning. And when I'm at the office I just couldn't wait to finish the job and go home to my painting..crazy, ain't it?

When you come to think about it this is one way to keep my mind straight and not be so depress with the current economic situation. I don't have any PlayStation or Wii to enjoy with (try to avoid the children from becoming addicted to computer games) but I do have my own playground. My playground is the canvas that could also take hours and hours of adrenaline. Similarly with games consul, I also could change my own environment and places that I wanted to be but with far more freedom.

This somehow doesn't mean that we need to run away from the fact and problem in life. Like one of my favourite Malay movie Ali Setan quote "Hidup nie mesti ada problem, kau perlulah banyak bersabar"(You will have problem in your life, but you must be patient). We need to be prepared for the worst to come not to expect for the worst never came. The things that we'd planned if the D-day were to happen. InsyaAllah, we could make it trough the storm.

However, the real depression is the uncertainty of the situation. Yes, we would never know what was going to happen tomorrow but the certain amount of confidence is needed to keep us from the limbo. We could not carry on with the normal life or plan anything ahead if there is no real date for the D-day. It may or may not happen.

Enough with this babbling. I will get myself or yourself more depress. I will follow the step of Le-Corbusier in making artwork and becoming the master of myself. Till then, I shall indulge myself back into the lovely sunny painting of mine. Cheers!

Friday, 13 February 2009

SYUKUR

Wsalam,abg Lan.

Khabar baik.yup study kat politeknik sem akhir dah lepas ni habis la blajo diploma.ooo april ni nak balik malaysia seronok tu boleh makan malay food

Nanti datang port dickson boleh la jumpa kalau sempat ni miro sertakan contact number 019XXXXX.

Dah dapat information dari abg Lan sungguh terperinci kajian abg lan.Banyak saya dah kawan2 saya belajar dari presentation board abg lan..this rabu saya nak kene buat report
untuk urbanism di kl tu.Sistem swoc yg abg lan guna cukup berkesan dari segi nak membuat kajian.

Kami semua DSB6/2 mengucapkan terima kasih dalam membantu kami menyiap dan memahami about urbanism.Insyaallah nanti saya shared what a new thing in kl.



Syukur Alhamdulillah, serba sedikit blog ini ada membantu insan lain. Ada sesuatu yang lebih memuaskan diri dari hanya kepentingan kebendaan. Rasa syukur kerana dalam perjalanan kehidupan ini kita dapat menjadi seorang yang membawa kebaikan kepada orang lain. Namun masih terlalu sedikit bakti yang ditaburkan berbanding nikmat yang telah diberikan.

Mungkin begitulah perasaan cikgu-cikgu, pensyarah dan para pendidik yang membuatkan mereka terus gigih dan tanpa jemu menyumbangkan bakti. Walaupun nanti mereka sudah tiada, ilmu yang mereka taburkan akan terus hidup dan dimanfaatkan.

Sunday, 4 January 2009

Photo: STOP THE WAR

Dear Geoff,

My name is Fadzlan. I was at the 'stop the war in Palestine' demonstration held at Bury Town Hall yesterday. I made the stamp out of my painting of a bullet and distributed the stamp during the demonstration (it should be printed on better paper or maybe a badge) http://papan9.blogspot.com/2009/01/stop-war.html

These are a few photos taken at the event. I was not in front line of the crowd as it was my first experience to join such event. So, I only managed to snap pictures in between the crowd. Hopefully it will inspire people to stay together in fighting injustice and stopping wars.

I've got 2 active blogs where I posted my small part in stopping the war.
http://papan9.blogspot.com/
http://jalakmas.blogspot.com/

Hopefully your effort will bring peace and harmony.
FADZLAN RIZAN JOHANI

"When the power of love overcomes the love of power the world will finally know peace." Jimi Hendrix (1942-1970)
"Hatred paralyzes life; love releases it. Hatred confuses life; love harmonizes it. Hatred darkens life; love illuminates it."Martin Luther King Jr. (1929-1968)

"Where there is love there is life." Mahatma Gandhi (1869-1948)

http://www.flickr.com/photos/jalakmas_photography

Thursday, 1 January 2009

HAPPY NEW YEAR 2009

Happy New Year 2009! Hopefully we would all be stronger and more patience to face the next challenges to come. May this new year also be filled with joy and happiness.

Paklan Stamp 010109

Visit my new blog : http://papan9.blogspot.com/
PAPAN 9 is created with the hope that it could serve as the platform where my boys; Azhan and Nine could exhibit their art work and get more exposure to the world of art at a young age, an opportunity that I'd missed when I was younger.

Tuesday, 21 October 2008

BERITA SEDIH DARI KAWAN


Kawan: nak bagitau ni..
Kawan: we are leaving soon

Pak Lan: leaving gi mana?

Kawan: balik tanah air

Pak Lan: kenapa? nie pasal UK recession ker? ...

Kawan: begitulah

Pak Lan: emm...Pak Lan pun tgh depressed jugak nie..sebab ada 2- 3 org member yg keje kat city dah kena berhenti dah...ofis Pak Lan pun tgh dlm process re-structuring
Pak Lan: alhamdulillah so far Pak Lan dlm kategory yg selamat lagi..
Pak Lan: bebudak yg keje bahagian teknikal yang byk effect
Pak Lan: really sad to hear this news...
Pak Lan: dahlah bukan ramai pun member kat UK nie..

Kawan: time is really bad la Pak Lan..

Sedih...kata yang belum dapat mengambarkan perasaan bila mendengar seorang lagi kawan yang terpaksa dibuang kerja. Ini bukan berita yang pertama kali saya dengar; sudah banyak...berat mata memandang berat lagi bahu yang memikulnya.

Dari Abdullah bin Umar r.a Rasulullah s.a.w bersabda,:”Orang Islam itu saudara orang Islam, ia tidak menganiayanya dan tidak pula membiarkannya teraniaya. Sesiapa yang menolong keperluan saudaranya, Allah akan menolong keperluannya pula. Siapa yang menghilangkan kesusahan orang Islam, Allah akan menghilangkan kesusahannya di hari akhirat kelak. Siapa yang menutup rahsia orang Islam, Allah akan menutup rahsianya di hari akhirat kelak.”
(Bukhari)

Bulan-bulan mendatang ini merupakan bulan yang amat mendebarkan semua. Kebanyakan syarikat sedang melaksanakan proses penstrukturan semula syarikat. Ramai yang akan dibuang kerja dan statistik kerajaan UK sendiri membayangkan angka pengangguran akan meningkat sehingga 2 juta orang!

Yang lebih menyedihkan lagi untuk pekerja asing seperti kami, tiada bantuan yang akan diterima oleh kerajaan UK seperti pelbagai "allowance" dan "income support" kerana status kami sebagai pekerja asing. Penyelesaian terakhir bermakna pulang ketanahair. Maka makin kuranglah kawan-kawan yang masih tinggal, sudahlah memang sedia tidak ramai.
Walaupun ini bermakna negara Malaysia akan kembali menerima kepulangan tenaga kerja tetapi amat malang sekali jika tahap pengalaman dan kepakaran masih belum mencapai kematangan maksimum.

Berita-berita ekonomi amat merisaukan. Mungkin ada yang tidak mahu mendengarnya kerana "stress", tetapi adalah baik untuk mengetahui keadaan semasa bagi kita membuat perancangan yang sebaiknya. Rentetan kisah kegawatan ekonomi kali ini dapatlah saya saksikan sendiri serta menimba pengajaran dan pengalaman yang amat berharga.

Hakikat bagaimana ketamakan manusia membinasakan negara.Ternyata amalan riba (yang diharamkan oleh Islam) yang menjadi pegangan kapitalis barat boleh membawa kemusnahan. Sikap rakus manusia mengejar kekayaan yang mudah dan cepat melalui jual-beli rumah dengan harga yang berlipat kali ganda menyaksikan ia memakan diri. Mereka yang membeli rumah semata-mata untuk "investment" menyaksikan harga rumah mereka menurun hingga ketahap "negative equity". Serta pengajaran bahawa cara hidup yang melampaui kemampuan dan budaya berhutang boleh menjadikan negara bankrap.

RGP ( firm akitek tempat saya berkerja) juga sedang melalui proses penstrukturan semula. Ini bagi mengimbangi kelembapan ekonomi semasa. Walaupun telah diberikan jaminan bahawa perkerjaan yang saya lakukan sebagai "architectural designer" akan terjamin, saya tetap melaksanakan langkah-langkah perlu bagi menghadapainya jika ditakdirkan nanti. Umpama menyediakan payung sebelum hujan...

Doa saya agar teman-teman yang menerima kesan dari krisis ini akan dipermudahkan jalan keluar dari kemelut tersebut. Dan bagi mereka yang akibat ketamakannya telah mengheret membinasakan orang lain, bersedialah menerima doa dari insan yang tertindas dan teraniaya ini. Moga apa yang berlaku menjadi perkara yang terbaik diberikan oleh Allah.

Dari Mu'adz Bin Jabal R.A: "Aku telah mendengar Rasullulah SAW bersabda: "Takutlah kepada doa orang-orang teraniaya kerana doa mereka adalah yang paling mustajab. Sesungguhnya tidak ada hijab antara doa mereka dan Allah SWT."
Teringat saya tentang sebahagian isi email klien lama saya:
"Anyway take care and be optimistic leave it to GOD ALMIGHTY and don't be moved by matters around."

Monday, 29 September 2008

SELAMAT HARI RAYA AIDILFITRI 1429 Hijrah

Esok atau lusa kita semua umat Islam bakal menyambut kedatangan Syawal dan merayakan Hari Raya Aildilfitri. Ramadhan yang pergi harap dapat bertemu lagi.

Pasti ramai yang sedang sibuk dengan persiapan untuk pulang beraya di kampung. Ramai juga yang dah "shopping" raya. Membeli baju baru, kuih-muih dan barang hiasan rumah.
Anak-anak pulak sedang sibuk menghitung hari untuk mengumpul duit raya. Duit poket "extra" yang diberi setahun sekali. Sekolah pun mungkin dah mula bercuti.
Ramai juga pasti dah takda "mood" bekerja atau sudah pun balik beraya.Inilah masa yang ditunggu-tunggu untuk menziarahi sanak-saudara dan kawan-kawan yang jauh.

Di kampung, persiapan sudah sedia menantikan orang kota pulang beraya. Pelita telah sedia dipasang. Kampung yang sunyi kini kembali hingar-bingar dengan pelbagai cerita dari orang bandar yg pulang ke kampung. Ketibaaan seorang demi seorang ahli keluarga menambahkan lagi kemeriahan.

Segala suasana itu amat kami rindui. Masa kanak-kanak kita yang telah lama ditelan arus kedewasaan. Masih ingat bagaimana sibuknya Jalan Tuanku Abdul Rahman dengan terpaksa diheret berjalan dari satu kedai ke satu kedai untuk membeli hanya sepasang kasut.
Teringat bagaimana aku sibuk membantu arwah Tok Long membakar kuih sepit di bawah beranda rumahnya.Tok pula dulu masih kuat membuat ketupat dan rendang.
Terkenang rasa gembiranya pulang kekampung berhari raya. Semangat untuk mengumpul duit raya sehingga menjelajah keseluruh rumah dari hujung ke hujung kampung. Hinggakan terpaksa membuat beberapa "round" demi mengosongkan poket baju yang makin sarat dipenuhi duit siling.

Ketika ini Wardina sedang seronok menyanyikan lagi-lagu raya. Mungkin dia cuba mengubat kerinduannya dan menghidupkan suasana menjelang hari raya. Aku memahaminya. Ini kali ke-3 buat aku dan kali ke-2 buatnya tidak pulang berhari raya.

Anak kami Azhan dan Zulkarnain masih belum dapat merasai suasana hari raya di Malaysia. Masih belum dapat bersama kawan-kawan sekampung "meronda" berhari raya. Tidak berpeluang bersesak-sesak membeli belah baju raya. Belum dapat merasai suasana balik berhari raya di kampung. (dulu balik masih kecil lagi)

Inilah antara harga yang perlu dibayar dalam perjalanan kami. Perjalanan untuk mengubah nasib dan memberikan harapan baru buat anak-anak. Sedang kita tidak mahu mereka melalui kesusahan masa lampau kita, seperti mana ayah kita juga tidak inginkan kita melalui kesusahan mereka; kita juga terpaksa mengorbankan detik manis dalam kepayahan itu.

Namun disebalik segala ralat di Aidilfiri nanti, kad ucapan, SMS, panggilan telefon, email dan pelbagai lagi ucapan telah diterima.Terima kasih juga buat kawan-kawan yang mengirimkan ucapan hari raya. Tanda ingatan semua amat kami hargai.

Sedang aku terkenangkan masa-masa lalu, sebuah bungkusan telah tiba. Bungkusan yang membuatkan Azhan dan Nine begitu teruja dan seronok...sangat gembira. Segala ole-ole dan kuih-muih yang terkandung didalamnya mengubat sedikit kerinduan kami... terima kasih tidak terhingga kami buat mak dan ayah. Moga Allah sentiasa melimpahkan rahmatnya keatas mereka.

Dan buat semua, terimalah poskad raya yang "poyo" sebagai tanda ingatan kami. InsyaAllah kalau ada umur panjang boleh kita berjumpa lagi...
http://www.flickr.com/photos/jalakmas_photography/

Tuesday, 26 August 2008

PILIHANRAYA PERMATANG PAUH

fotoBERNAMA
Hari ini Selasa 26 Ogos 2008. Hari yang bakal mencatat sejarah buat kampung aku di Permatang Pauh. Ia juga bakal menjadi sejarah yang tersendiri buat seluruh rakyat Malaysia.

Malangnya aku tak berpeluang bersama di dalam hari penuh bersejarah tersebut. Kuranglah satu undi untuk Permatang Pauh. Hanya doa dan solat hajat yang mampu aku iringi.

Aku telah cuba sedaya upaya untuk mencari peluang untuk pulang. Tetapi tiada rezeki nampaknya. Aku hanya mampu mengikutinya melalui dada akbar online, blog-blog dan youtube. Makin banyak pembacaan dan pelbagai hujah yang dikemukakan makin bertambah kematangan dan tekad untuk menegakkan kebenaran. Begitu besar beban tanggungjawab mengundi kali ini juga hingga terbawa ke dalam mimpi.

Aku bermimpi berjalan bersama ayah melawat kedalam sebuah penjara. Didalam penjara tersebut aku melihat seorang banduan yang ditutup kepalanya dengan sebuah balang sehingga dia tidak boleh berkata-kata dan menunjukkan muka. Si banduan tersebut diberi makan hanyalah melalui duburnya menggunakan tiub getah. Ayahku berkata "Begitu kejam sekali siksaan terhadap banduan ini sedangkan apa yang cuba dikatakannya adalah kebenaran".

Kemudian aku bersama ayah berada di koridor penjara sambil melihat gelagat seorang lagi banduan. Keadaannya seperti orang yang hilang akal, bercakap sendirian dan duduk berkeliaran ditepi sebuah tangga. Tiba-tiba dia mati dalam keadaan berdiri. Mata dan mulutnya terbuka luas seperti orang terkejut. Ayah berkata kepadaku lagi "Marilah kita baringkan mayatnya, walaupun dia bersalah tak baik kita membiarkan dia mati di dalam keadaan berdiri".

Aku tak tahu apa maksud mimpi tersebut. Mungkin hanya sekadar igauan mimpi. Atau mungkin lebih dari sekadar mimpi... adakah sebuah petunjuk ?


Namun biar apa pun perbezaan politik atau maksud mimpi , harapan serta doa aku agar Malaysia akan kembali menjadi negara terbaik untuk keseluruhan rakyatnya mengecapi kebahagiaan dan mencapai impian. Jadikanlah segala harapan ini satu kenyataan!




" Terserah kepada pengundi Permatang Pauh menentukan bukan sahaja masa depan kawasan mereka tetapi juga negara." Tugas berat pengundi oleh Oleh AZMAN ANUAR(WARTAWAN UTUSAN).

"Tomorrow is the D Day for The mother of all by elections , the Permatang Pauh Parliamentary seat contest" A message to Permatang Pauh voters



"Jangan! Jangan sembah aku. Aku bukan gila disembah. Aku bukan sebagai Sultan Melaka yang mengagung-agungkan pangkat dan kebesarannya. Aku Jebat, rakyat biasa. Pangkat aku untuk kepentingan rakyat. Bergerak aku untuk membuat jasa kepada rakyat, dan aku rela mati untuk rakyat.. kerana aku mahu keadilan, keadilan. Keadilan!" - Hang Jebat

Sunday, 27 July 2008

HARI SUKAN 2008

Isnin,23 June 2008
Hari nie adalah Hari Sukan Sekolah St. Lukes C.E. . Hari sukan yang pertama kali Azhan dan Nine sertai bersama. Hari sukan nie diadakan di Bury Athletic Club. Kat sinilah aku dok mai tolong chairman ofis aku organize car-boot sale. Secara tak langsung Chairman aku tu pun tahulah anak-anak aku akan pi main kat situ.

Pada asalnya aku tak plan nak pergi pun sebab memandangkan hari sukan yang diadakan nie bukannya satu hari penuh. Diaorang mula main dalam pukul 1.00 petang hingga pukul 3.30 petang. Jadi aku pun tak cadang nak mintak cuti, sebab nanti nak guna cuti jaga bebudak tu masa cuti sekolah. Al-maklumlah takder keluarga Melayu yang ada dok dekat-dekat sini nak mintak tolong jaga. Kalau dulu boleh gak tumpang rumah mertua ka. Kalau nak upah orang jaga kat sini...mak aiii mahal ooo.

Tapi pagi-pagi lagi time aku masuk ofis, chairman dah mai tanya aku sama ada aku akan pi tengok atau tidak anak aku main. Aku pun cerita yang aku takda ambik cuti pun sebab hari sukan tu sekejap ja. Aku explain yang aku nak save cuti jaga depa time cuti sekolah. Dia punya baik hati kata tak payah ambik cuti pun, cuma ambik time off sekejap pi tengok anak-anak aku main. Katanya bebudak tu sure suka. Segan pulak aku nak pi, tapi dah orang bagi. Mana nak dapat boss macam nie, yang mengutamakan keluarga.

Tepat jam 1 petang aku pun kuar dari ofis. Setibanya aku kat padang sukan tu aku pun cari Azhan dan Nine. Bila Azhan nampak ja aku dia pun lambai tangan tanda seronok sangat aku datang. Dia pun tak sangka aku akan datang pada hari tu...gembira. Aku rasa syukur sebab datang, kalau tak bagaimana perasaan anak-anak aku kalau aku takda bagi sokongan sedangkan kebanyakan mak bapak lain datang. Sedang anak-anak aku tahu yang aku berkerja tapi jauh disudut hati aku rasa diaorang amat mengharapkan kehadiran aku.

Sebenarnya acara -acara dalam hari sukan nie takderlah serius mana. Ia lebih kepada ala-ala hari sukaneka jerlah. Aku rasa gempak lagi time aku kat sekolah kebangsaan. Siap dengan baju rumah sukan; ada perbarisan, dengan bendera-bendera, nyanyi lagu dan macam-macam. Protokal punyalah tak ingat semuanya macam sukan sukma. Walaubagaimana pun diaorang ada stiker warna yang mewakili warna rumah sukan masing-masing. Azhan dan Nine berada dalam satu rumah sukan merah.

Diakhir hari sukan aku ingat ada acara penyampaian hadiah, atau diumumkan juara keseluruhan, tapi sebaliknya diumumkan bahawa semua rumah sukan adalah juara. Ciss, buang karan ja.. haha. Tapi baguslah jugak untuk bebudak nie diajar erti pertandingan serta berusaha untuk membuat yang terbaik. Pada masa sama mereka tahu bahawa walaupun tak menang mereka tetap juara kerana telah melakukan yang terbaik.
Selesai semua acara, Azhan mintak nak cuba berlumba lari diatas track. Dia nampak minat sangat nak cuba. Aku pun layan la kejap berlakon jadi referee. Azhan pun lari atas track dengan rasa seronok yang amat. Inilah pertama kali dalam hidup dia dapat lari atas track betul. Adik dia Nine tak mau pulak join sama, tapi dia dok bising bagi sokongan kat abang dia.
Walaupun hakikatnya hari sukan nie takderlah segempak hari sukan time aku sekolah dulu tapi yang penting mereka dapat bergembira bersama kawan-kawan dan belajar tentang semangat kesukanan. Yang penting jugak hari ini Azhan dan Nine tahu betapa kehadiran aku pada hari tu memberikan makna besar pada mereka.

Saturday, 23 February 2008

MENJEJAK PERJALANAN

Kewujudan blog ini bukan untuk menyebarkan fitnah atau mewujudkan syak wasangka. Jauh sekali memusnahkan kehidupan orang lain. Ia sebuah catatan perjalanan hidup yang pendek dalam pencarian makna dan tujuan kehidupan ini. Wujudnya blog di dorong oleh rasa kesunyian dan kekosongan jiwa. Ketika aku yang terdampar jauh diperantauan, jauh dari sentuhan tercinta dan pelukan manja anak-anak.Kekosongan yang membawa aku berfikir tentang perjalanan hidup yang telah aku tempuh. Sejauh mana aku menghayatinya, sejauh mana aku mengingatinya. Kisah ketika kecil, ketika dibangku sekolah dan kisah di alam remaja. Banyak diantara perjalanan ini tidak aku ingat dan lupa. Namun jejaknya masih ada. Aku dalam usaha mengumpulkan semua petanda.

Pada permulaannya aku cuba menulis dalam blog ini hanya tentang "architecture" dan menulis tentang kehidupan tersebut di dalam blog lain. Tapi sepanjang penulisan blog nie aku rasakan kehidupan dan architecture tak dapat dipisahkan. Nak tulis banyak-banyak blog pun macamlah banyak masa aku nak tulis. Lagipun bukankah ini dinamakan perjalanan kehidupan seorang "architectural designer".

Bagi memudahkan aku menulis dan meluahkan pendapat isi hati, aku akan kembali menulis dalam Bahasa Melayu dan untuk terus menulis tentang ke"poyo"an profession senibina dan seni aku aku tulis dalam bahasa orang putih nie. Kalau nampak bahasa Melayu tu, kira antaranya akan tertulis ayat-ayat bangang dan kepoyoan ku akan terserlah dalam penulisan bahasa Inggeris. Senang untuk sapa-sapa nak baca kedua-dua artikel nie ka, atau salah satu antaranya atau taknak baca langsung pun bolehhh...

Selamat membaca. Sesungguhnya segala kekurangan itu datang dari diri aku sendiri dan kelebihan dan bakat ini adalah milik Allah sebenarnya. Untuk kita sama-sama mensyukuri dan saling ingat mengingati.

Friday, 22 February 2008

GAYUNG BERSAMBUT, KATA BERJAWAB

"Serangan ditangkis, kata dijawab; baik dibalas dengan baik, jahat dibalas dengan jahat."

Kepada mereka yang ambil berat tentang siapa sebenar dia Si Guest atau Si Azlan atau Si Farah pasti masih tertanya-tanya dan cuba membuat kesimpulan sendiri. Berdasarkan andaian-andaian yang aku buat berdasarkan kata-kata mereka telah membuatkan sesetangah pihak membuat kesimpulan mudah. Pasti korang menanti "hint" seterusnya.

Atas pertolongan seorang sahabat, aku cuba menjejak dimana datangnya berita buruk ini. Masih ingat kata-kata Si Azlan
"laa oarng kampung tak kenai ka? maklumla dok england"

Sedangkan sebenarnya dia sudah sebenarnya berada di England! ID adress tersebut merupakan ID di England.

Apakah pulak maksudnya bertanyakan

lan : aku teringin la nak pi sana...hang tolong rekomen aku kerja

Sedang dia dah pun berada di sini. Terbukti kini ia menjurus kepada satu negara. Tapi dimana? Korang pasti tanya. Ada pulak yang rasa kenal Si Farah tu merasakan hanya seorang saja Farah yang berada di England ini. Sedangkan nama Farah tersebut sememangnya bukan nama sebenar dan sememangnya datang dari orang yang sama si Guest aka si Azlan. Nyah tersebut yang mengunakan ID IP 80.168.113.162 sebenranya berada di kota London.



Aku rasa IP tu datang dari bangunan pejabat. Jika dari pejabat sudah tentu sudah berkerja. Barang siapa yang arif di London pasti dapat penduga di mana berdasarkan peta ini. Tapi masih belum menjurus kepada siapa sebenarnya Si Guest aka Si Azlan aka Si Farah ini. Namun berapa kerat Melayu yang berkerja di kawasan tersebut? Sendiri fikirlah. Aku yakin orang tersebut sedang membaca dengan penuh suspen. Perasaan takut yang akan menghantuinya sentiasa. Rasa takut diketahui oarang. Tapi aku takkan mudah membuat kesimpulan tanpa maklumat yang betul. Sekadar ini sahaja maklumat yang aku tahu. Selebihnya serah pada Allah yag maha mengetahui.
Aku dapat rasa yang mungkin tujuan asalnya bukan untuk mengenakan aku. Tapi mengunakan aku sebagai batu loncatan utuk memburukkan orang lain. Tapi percayalah kebenaran tetap benar. Aku hanya manusia biasa yang mencari kekuatan menempuh cabaran dalam hidup. Setiap cabaran aku perlu tempuh dan bukan mengelak atau menyembunyikan diri dari masalah. Biar apa pun niat Si Guest aka Si Azlan aka Si Farah aku sebenarnya tak tahu.

Kesimpulannya siapa sebenarnya gerangan manusia tersebut adalah tidak penting. Pengajaran sebenar adalah dari perjalanan ceritanya. Umpama "melanting menuju tampuk, berkata menuju benar". Paklan melaporkan dari Bury, Lancashire (gaya Karam Singh Walia).


tampuk, berkata menuju benar = Setiap usaha tentu ada maksudnya; dalam perundingan hendaklah ada kebenaran dan kejujuran melanting menuju

Thursday, 21 February 2008

BILA JOLOK BARU JATUH

Aku terfikir untuk membuat beberapa pembetulan terhadap artikel "Mengata Dulang Paku Serpih". Memikiran rasa kecil hati sahabatku yang terasa hati akan penulisan tersebut. Bukan niatku. Penulisan yang bukan sebenarnya tentang dirinya jauh sekali untuk menuduh isterinya seperti tertulis. Rajuk hatinya itu membuatkan aku membaca kembali berulang-ulang kali artikel panas tersebut. Semakin berkali aku membaca semakin jauh aku dibawa mengingati saat perasaan yang timbul ketika itu. Perasaan syak, perasaan buruk sangka, perasaan benci, perasaan marah dan segala perasaan yang buruk lagi memburukkan yang kemudiannya pada akhir penulisan tersebut bercambah bertukar menjadi rasa kesedaran. Kesedaran tentang diriku yang tidak aku mahu padam dalam lipatan sejarah hidup aku. Tiada sepatah ayat yang kurasakan dapat diubah.Ia kekal di situ.

Namun menjadi tanggungjawab aku untuk memberikan penjelasan. Penjelasan terhadap mereka yang membaca separuh jalan, atau membaca sekadar untuk mengambil perkara sensasi atau untuk mereka yang "busy body". Membuat kesimpulan dan provokasi yang menyimpang dari maksud sebenar. Kenapa perlu bertanya kepada orang lain tetang kejadian seseorang dari orang lain dan bukan kepada tuan empunya cerita?

Aku hairan mengapa kita lebih minat untuk mengetahui perkara sensasi? Perkara tentang gossip dan tentang perkara yang bukan keilmuan? Mengapa kita sanggup bersusah payah untuk menyebarkan berita buruk dari berita yang baik? Mengapa kita lebih rela terjun didalam kancah tuduh-menuduh dari tegur-menegur? Mengapa kita sanggup menghabiskan berjam-jam masa untuk membaca gossip dari membaca buku-buku ilmuan yang makin berdebu? Mengapa lebih banyak olahan terhadap cerita fitnah berbanding pandangan-pandangan bernas tentang ilmu? Aku mungkin paham jika sifat itu datang dari kalangan teman-teman aku yang keciciran sekolah. Tahap pemikiran yang boleh diterima akal. Tapi mengapa ia datang dari kita yang pernah melangkah di gedung-gedung ilmu; yang pernah dididik oleh cerdik-pandai; yang pernah dibuka mata tentang betapa luasnya lautan ilmu ini dan dari kita yang dikurniakan kelebihan akal fikiran. Adakah hanya sekadar untuk menggengam segulung kertas bernama ijazah?

"Mengata Dulang Paku Serpih" juga merupakan peringatan untuk aku tentang realiti betapa penulisan aku tentang "architecture" atau senibina jarang sekali didebatkan. Aku sedar diri aku ini hanya sekadar "macai" architectural designer dan mungkin tidak layak untuk dipandang biar pun sebelah mata. Pandangan dari budak baru belajar. Tapi mengapa tiada galah untuk dihulurkan? Mengapa pula mata terjojol ketika aku menulis tentang "Mengata Dulang Paku Serpih"? Mengapa sanggup mengabiskan duit, masa dan tenaga untuk menyebarkan berita fitnah? Sedangkan menulis buah fikiran tentang ilmu itu tidak langsung mengurangkan, tapi menambahkan segalanya. Jika penulisan aku tentang ilmu tidak diambil kisah mengapa pula penulisan tentang "gossip" dipedulikan?

Mungkinkah ramai yang merasakan bicara tentang "architecture" adalah sekadar ilmu dunia? Aku seharusnya banyak menulis tentang agama. Cukuplah senibina sekadar alat untuk memperoleh perkerjaan. Tapi bukankah segala isi ilmu didunia ini adalah milik yang Esa. Dan segala ilmu ini hanyalah setitis air dari lautan yang luas? Dan jika benar ilmu itu asalnya dari yang Satu, ia pasti nanti akan bertemu kepada empunya milik. Bukankah ilham itu datang dari Allah? Aku mahu mengkaji dan menghayati ilmu ini sehingga tercetus dalam hati ini rasa kesyukuran. Aku tidak mahu belajar ilmu senibina separuh hati. Sekadar cukup menanak nasi. Sebaliknya aku mahu masak lauknya sekali. Aku masih belum layak untuk menulis tentang agama, suatu yang amat suci bagi aku. Namun aku tetap jua belajar dalam diam. Agar tidak sesat dalam kesesatan dunia, umpama ikan yang tidak masin isinya walaupun hidup di dasar lautan. Aku juga amat mengharapkan tunjuk ajar barang siapa yang lebih berilmu untuk membetulkan kesilapan yang aku tulis. Dari kesilapan "spelling" kepada kesilapan kefahaman ilmu yang aku baca. Aku terima teguran yang berhikmah dengan hati terbuka.

Adalah menjadi kekurangan diri aku menulis "Mengata Dulang Paku Serpih" dengan ayat-ayat yang sinis.Tapi pengunaan ayat tersebut adalah sesuai dengan situasi dan mengambarkan betapa kurang-ajarnya si Azlan aka Farah atau Si Guest yang sememangnya bukan nama sebenar. Tapi disebalik kekurangan tersebut aku temui kekuatan untuk memulangkan paku. Aku menulis bagi menggambarkan keadaan perasaan aku ketika itu. Aku menggambarkan setiap situasi kepada andaian yang aku rasa. Tapi ia tidak merungkaikan apa-apa makna. Ia benar mungkin akan menimbulkan syak. Tapi perasaan syak yang kemudiannya jika kita dalami dan kaji akan timbul kesedaran tentang diri. Jika saudara pembaca boleh merungkaikan syak ini kepada satu kesimpulan yang konkrit teryata anda juga silap. Ia adalah kelemahan diri anda sendiri. Artikel ini akan menggambarkan betapa kita lemah dan percaya kepada syak berbanding fakta dan kebenaran yang nyata. Betapa kita lebih bersemangat untuk menjaga celah bedah orang lain berbanding meraikan majlis ilmu.

Aku faham jika ada teman yang terlalu sibuk dengan kerja harian atau sibuk dengan kehidupan berkeluarga. Antaranya yang baru merasai nikmat berumahtangga atau yang sedang keletihan menyusu anak kecil ditengah malam. Aku amat memahaminya kerana aku juga pernah melaluinya dan masih melaluinya kini. Tapi bagaimana pula mereka yang punya upaya untuk ambil kisah tentang "Mengata Dulang Paku Serpih" tanpa mengendahkan artikel lain?

Aku masih tidak mahu menyerahkan rasa juang ketika zaman di "studio". Rasa yang membuatkan aku punya semangat untuk meghadapi hari demi hari. Aku amat bersyukur terhadap hikmah penulisan "Mengata Dulang Paku Serpih". Kesedaran ini tidak akan terjadi jika Allah tidak mengizinkannya berlaku. Seumpama bila jolok baru jatuh; takkan berlaku kesedaran ini jika aku sekadar berdiam diri oleh tohmahan. Syukur aku kerana berita buruk ini telah bertukar khabar gembira buat sahabatku.

Sunday, 13 May 2007

BAKAT & DAYACIPTA TRADISI KITA


Hari ini terpanggil untuk menulis dalam Bahasa Melayu. Sebuah laman web RM50 http://www.mereka.net/m50/home.php karya serigala - a malaysian born, london based designer . Tujuan laman web tersebut adalah untuk mengumpul ucapan-ucapan rakyat Malaysia diperantauan sempena 50 thn Merdeka.
by : serigala

Lakaran grafik terutamanya lakaran katak di bawah tempurung memberikan idea dan nafas baru terhadap potensi budaya dan tradisi kita. Apa yang membezakan kreativiti kita dengan kreativiti barat adalah budaya dan tradisi kita. Namun pendekatan yang teliti perlu dalam mengadaptasikan 'rencah' budaya dan tradisi ini agar ia tidak sekadar watak tempelan dalam rekabentuk moden barat.
On 5/13/07, Pak Lan Rizan wrote: "sebenarnya nak ucap terima kasih sebab web page tu sedikit sebanyak memberikan inspirasi tentang betapa org Melayu mempunyai kreativiti tersendiri yang bersulamkan budaya dan tradisi melayu..usaha ini dpt menengahkan identiti Malaysia untuk dinikmati oleh semua...well done!!"syabas.